3 Alasan Kenapa Xiaomi Laku Keras di Indonesia


Xiaomi adalah sebuah brand smartphone yang China banget namanya. Tapi di Indonesia, Xiaomi justru laku keras dibeli oleh konsumennya. Padahal beberapa tahun lalu orang Indonesia agak alergi menggunakan produk China loh.

Perusahaan yang berbasis di Tiongkok ini adalah pemain baru di pasar smartphone. Namun Xiaomi sudah mampu menyingkirkan pabrikan ponsel lain yang lebih dulu eksis. Bahkan sempat menarik perhatian Apple dimana Johny Ive berkomentar bahwa Xiaomi merupakan peniru Apple.

Terlepas dari semua itu, Xiaomi memang laris manis di Indonesia. Mengapa?

Harganya terjangkau

Xiaomi membandrol smartphone buatannya dengan harga yang terjangkau bagi konsumen. Namun Xiaomi menanamkan hardware yang bertenaga tinggi pada setiap produknya. Salah satu contohnya adalah smartphone terbarunya saat ini adalah Xiaomi Mi4i, yang hanya dibandrol 2,8 juta tapi memiliki prosesor octa-core, 2 GB RAM, dan desain yang menarik.

Strategi pemasaran yang tepat

Pabrikan asal China ini tidak pernah beriklan di televisi dari sejauh yang saya tahu saat ini. Namun Xiaomi aktif mempromosikan produknya lewat internet dan melalui sistem flash-sale yang terbukti cukup ampuh menarik minat konsumen Indonesia untuk membelinya.

Dengan hanya mempromosikan produk dan jualan secara online, Xiaomi mampu menekan harga jual smartphone menjadi lebih rendah yang pada akhirnya konsumen yang diuntungkan.

MIUI

MIUI sendiri adalah antarmuka Android yang dikustomasi oleh Xiaomi. Saat ini, versi dari MIUI sendiri sudah mencapai versi 6. MIUI sendiri menjadi daya tarik karena tampilannya yang khas dan memanjakan mata. Selain itu, Xiaomi juga selalu memberikan update untuk MIUI nya itu sendiri. Tidak seperti pabrikan lain yang stuck disitu saja tampilannya.

Walaupun begitu, Xiaomi memang memiliki potensi untuk menjadi lebih besar karena mereka mampu menghadirkan smartphone yang harganya murah namun spesifikasi yang dibawanya terbilang tinggi. Plus ditambah desain yang menarik menjadi nilai tambah tersendiri bagi perusahaan asal Tirai Bambu itu.

Penulis yang nyambi jadi buruh pabrik. Suka teknologi, suka hape, suka uang, suka nabung, suka kamu. Muda, tamfan, dan varokah :v

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »